Jakarta - Pencapaian gemilang dicatatkan oleh sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) dengan nilai ekspor mencapai US$ 12,8 miliar dalam empat bulan pertama 2024. Capaian ini tidak hanya mencerminkan ketangguhan sektor industri tetapi juga menjadi indikator kuat daya saing produk manufaktur Indonesia di kancah global. Momentum positif ini menjadi fondasi penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi menuju 2026.
Komposisi ekspor menunjukkan peningkatan nilai tambah yang signifikan. Ekspor produk kimia bernilai tinggi seperti oleokimia dan turunannya menyumbang 48% dari total ekspor sektor IKFT. Produk farmasi jadi dan bahan baku obat juga menunjukkan peningkatan share yang menggembirakan.
Diversifikasi pasar ekspor berhasil mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional. Produk tekstil Indonesia berhasil menembus pasar Timur Tengah dengan nilai transaksi meningkat 25%. Negara-negara di Afrika juga mulai menjadi tujuan ekspor baru dengan pertumbuhan yang promising.
Keunggulan kompetitif produk IKFT Indonesia terletak pada kualitas dan keberlanjutan. Banyak perusahaan telah mengadopsi praktik green industry dalam proses produksinya. Sertifikasi internasional seperti ISO dan standar sustainability menjadi nilai jual tambah di pasar global.
Integrasi dengan rantai pasok global semakin menguat. Perusahaan-perusahaan IKFT Indonesia berhasil menjadi pemasok bagi merek-merek internasional terkemuka. Kepercayaan ini menunjukkan bahwa kualitas dan konsistensi produk Indonesia telah diakui dunia.
Penguatan struktur industri melalui hilirisasi terus berjalan. Investasi di sektor hulu seperti pabrik petrokimia dan bahan baku farmasi mulai menunjukkan hasil. Ketergantungan pada impor bahan baku berhasil dikurangi secara bertahap.
Dampak multiplier terhadap sektor lain sangat signifikan. Pertumbuhan sektor IKFT mendorong permintaan terhadap jasa logistik, energi, dan teknologi informasi. Penyerapan tenaga kerja yang masif juga berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi domestik.
Optimisme terhadap masa depan sektor IKFT didukung oleh tren positif yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat dan implementasi yang konsisten, sektor ini diproyeksikan akan menjadi engine of growth bagi perekonomian Indonesia menuju 2026 dan seterusnya.