Dampak Nyata TPID Jateng Bagi Perekonomian Rakyat Setelah Raih Predikat Terbaik

Sabtu, 29 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Chairil Khalis
Gelar TPID Terbaik yang diraih Jawa Tengah bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan berkorelasi langsung dengan peningkatan realisasi investasi yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat. (DOK. Pemprov Jaten)

Gelar TPID Terbaik yang diraih Jawa Tengah bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan berkorelasi langsung dengan peningkatan realisasi investasi yang menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat. Data menunjukkan tren positif penanaman modal yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Semarang, Jawa Tengah – Prestasi Jawa Tengah sebagai provinsi dengan Tim Percepatan Investasi Daerah (TPID) terbaik kembali mengukuhkan posisinya di peta investasi nasional. Dampak dari konsistensi ini ternyata sangat terasa bagi perekonomian akar rumput. Berdasarkan data yang dihimpun, realisasi investasi di Jateng terus menunjukkan grafik yang meningkat, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Sektor-sektor padat karya seperti industri manufaktur, agroindustri, dan pariwisata menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. Banyak warga sekitar lokasi investasi yang akhirnya memperoleh kesempatan kerja formal dengan penghasilan yang lebih pasti. Hal ini secara signifikan mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perputaran ekonomi di level masyarakat.

Tidak hanya terpusat di wilayah metropolitan seperti Semarang, Solo, atau Pekalongan, geliat investasi juga mulai merata ke wilayah-wilayah lain yang sebelumnya dianggap kurang menarik. Kebijakan pemerintah provinsi yang mendorong investasi di kawasan ekonomi khusus dan wilayah potensial lainnya mulai membuahkan hasil. Pembangunan infrastruktur pendukung juga turut mempercepat pemerataan ini.

Bagi pelaku UMKM, kehadiran investasi besar seringkali membuka rantai pasok dan peluang kemitraan yang baru. Mereka dapat terintegrasi sebagai supplier, distributor, atau mitra usaha dari perusahaan-perusahaan besar yang berinvestasi. Sinergi antara industri besar dan UMKM ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan dan berkelanjutan.

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor investasi juga dialokasikan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur publik yang lebih baik turut didanai dari kontribusi para investor. Dengan demikian, manfaat investasi dirasakan secara luas, bukan hanya oleh segelintir pihak.

Kedepannya, Pemprov Jateng berkomitmen untuk terus menarik investasi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan ramah lingkungan. Prinsip pembangunan berkelanjutan akan menjadi filter agar investasi yang masuk benar-benar membawa manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat Jawa Tengah.

(Chairil Khalis)

Baca Juga: BMKG: Ancaman Hujan Lebat Di Aceh, Sumut, Sumbar Berlanjut Hingga 30 November
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.