Asal Usul Hujan Meteor Leonid Yang Mencapai Puncak 17-18 November

, 16 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Chairil Khalis
(Foto: Space.com)

Asal Usul Hujan Meteor Leonid yang Mencapai Puncak 17-18 November


Hujan meteor Leonid yang mencapai puncaknya pada 17-18 November 2024 berasal dari sisa-sisa debu komet 55P/Tempel-Tuttle. Fenomena tahunan ini memiliki sejarah panjang dan karakteristik yang unik.


Komet Tempel-Tuttle mengelilingi matahari setiap 33 tahun, meninggalkan jejak debu di sepanjang orbitnya. Ketika Bumi melintasi jejak debu ini, partikel-partikel kecil masuk ke atmosfer dan terbakar, menciptakan fenomena hujan meteor.


"Leonid dikenal dengan meteor yang cepat dan terang, sering meninggalkan jejak asap yang bertahan beberapa detik," jelas ahli astronomi.


Nama Leonid berasal dari konstelasi Leo, karena meteor-meteor ini seolah-olah berasal dari rasi bintang tersebut. Setiap November, Bumi melintasi puing-puing komet ini, menciptakan pertunjukan langit yang bisa diprediksi.


Pemahaman tentang asal usul ini membantu para astronom memprediksi intensitas dan waktu puncak hujan meteor Leonid setiap tahunnya.


(Chairil Khalis)

Baca Juga: BMKG: Ancaman Hujan Lebat Di Aceh, Sumut, Sumbar Berlanjut Hingga 30 November
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.