PT Summarecon Agung Tbk berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp 1,05 triliun, yang menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 27 persen dari tahun sebelumnya. Laba ini didapat dari peningkatan pendapatan sebesar 14,1 persen dari Rp 5,72 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 6,66 triliun pada tahun 2023. Adrianto P Adhi, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi perusahaan yang fokus pada penguatan bisnis inti dan percepatan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan efektif.
Di samping itu, dengan adanya unit bisnis Investasi dan Manajemen Properti, Summarecon Villaggio dan Summarecon Mall Bandung yang baru saja dibuka, nilai kawasan semakin meningkat. Selain itu, pengunjung dan masyarakat juga dapat menikmati pengalaman rekreasi yang baik di sana. Selain Summarecon Mall Bekasi Fase 2 dan Summarecon Mall Makassar yang sedang dalam tahap pembangunan, kami juga memiliki sejumlah proyek ritel, komersial, dan perhotelan lainnya yang direncanakan untuk tahun-tahun mendatang. Semua proyek ini didasarkan pada konsep perencanaan perkotaan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai kota-kota terpadu kami dan pengembangan di sekitarnya.
Terdapat penjualan pra-penjualan pengembangan properti sebesar Rp 4,52 triliun, yang sedikit di bawah target Rp 5 triliun karena adanya tantangan menjelang Pemilu Indonesia 2024, sehingga perusahaan menunda beberapa peluncuran produk.
Kontribusi penjualan terbesar berasal dari unit Summarecon Serpong. Rumah dan ruko masih menjadi penyumbang produk terbesar masing-masing dengan 68 persen dan 21 persen dari total pra-penjualan. Proyek lainnya memberikan kontribusi kurang dari 10 persen untuk masing-masing jenis produk. Bisnis pengembangan properti menyumbang pendapatan sebesar Rp 4,04 triliun pada tahun 2023, naik 15 persen dari pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 3,53 triliun. Segmen usaha ini tetap menjadi kontributor terbesar dengan 61 persen dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan dari segmen bisnis investasi properti dan manajemen meningkat sebesar Rp 257 miliar dari Rp 1,48 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 1,74 triliun pada tahun 2023. Peningkatan pendapatan sebesar 17 persen berasal dari pendapatan sewa mal yang meningkat sebesar Rp 136 miliar.
Dalam hal geografis, Kelapa Gading menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan persentase 44 dari total pendapatan dalam segmen bisnis ini, diikuti oleh Serpong (33 persen) dan Bekasi (21 persen), yang mencerminkan skala operasional dari masing-masing pusat perbelanjaan tersebut. Bisnis dari pusat perbelanjaan masih menjadi penyumbang utama dalam segmen bisnis ini dengan kontribusi sebesar 94 persen dari pendapatan segmen tersebut. Kontribusi dari investasi properti lainnya tidak signifikan karena properti ini dikembangkan untuk melengkapi dan menambah fasilitas-fasilitas dalam kota terpadu tersebut.
Pendapatan di segmen unit bisnis lain mengalami peningkatan sebesar 23 persen, yaitu dari Rp 710 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp 876 miliar pada tahun 2023. Bisnis perhotelan menjadi kontributor terbesar dalam segmen bisnis ini. Bisnis manajemen estat dan properti akan terus berkembang seiring dengan peningkatan jumlah properti yang dikembangkan dan diserahkan kepada pelanggan.
Tujuan mencapai Rp 5 Triliun
Setelah berhasil mencapai pencapaian yang luar biasa sepanjang tahun buku 2023, Perseroan dengan bangga mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 9 per lembar saham atau total sebesar Rp 148.577.115.222. Diperkirakan bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024 akan lebih tinggi daripada pertumbuhan PDB pada tahun 2023, dengan kisaran antara 5,30 persen hingga 5,70 persen, seiring dengan berakhirnya Pemilu Nasional.
Adrianto menyatakan dalam presentasi publik secara online pada Kamis (20/6/2024) bahwa ini akan memberikan kepastian politik dan stabilitas terhadap lingkungan sosial-ekonomi negara. Selain itu, dukungan dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia membuat perusahaan optimis akan meningkatkan tingkat kemampuan pembeli.
Karena itu, Perseroan memiliki keyakinan untuk membuka proyek ke-9, yaitu Summarecon Tangerang, pada akhir tahun 2024. Selain itu, terdapat 8 proyek lain yang sedang berjalan dengan cadangan lahan seluas 1.900 hektar, yang akan memberikan keberlanjutan bisnis Perseroan di masa depan. Perseroan juga menargetkan pra-penjualan sebesar Rp 5,0 triliun pada tahun 2024 dari kesembilan proyek tersebut.