Siaga Nataru 2025/2026, Kementerian PU Kerahkan 85 Petugas Dan 96 Alat Berat

Jumat, 19 Desember 2025

    Bagikan:
Penulis: Jeni Anggraeni
85 petugas berjaga di posko, didukung 96 alat berat seperti excavator dan bulldozer, serta 1.957 unit bahan darurat untuk jamin keamanan perjalanan. (Dok. Kementrian PU)

Medan, Sumatera Utara - Menghadapi puncak arus perjalanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan sumber daya manusia dan peralatan secara maksimal di Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak 85 petugas khusus telah ditugaskan untuk berjaga di posko-posko Nataru Kementerian PU yang tersebar, siap merespons setiap laporan atau gangguan yang terjadi pada infrastruktur jalan dan jembatan. Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman dan lancar, terutama pascabencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Dukungan peralatan berat juga disiapkan dalam skala besar. Sebanyak 96 unit alat berat yang terdiri dari berbagai jenis telah disiagakan, termasuk excavator, loader, bulldozer, backhoe loader, dump truck, hingga mini excavator. Keberagaman alat ini memungkinkan penanganan yang cepat dan tepat untuk berbagai jenis gangguan, mulai dari pembersihan longsoran, perbaikan jalan amblas, hingga pekerjaan darurat lainnya.

Tidak hanya alat berat, Kementerian PU juga menyiapkan 6 unit alat pendukung serta persediaan bahan penanganan darurat yang mencukupi. Bahan-bahan tersebut meliputi agregat untuk perbaikan jalan dan geobag untuk penanganan tanggul, dengan total persediaan mencapai 1.957 unit. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kemungkinan kondisi darurat yang dapat terjadi di lapangan selama periode libur panjang.

Baca Juga: Sinergi TNI, BUMN, Dan Masyarakat, Kunci Pembersihan RSUD Pidie Jaya Oleh Kementerian PU

Kesiapan operasional juga diterapkan di sektor jalan tol. Seluruh ruas tol di Sumatera Utara dipastikan telah beroperasi normal. Khusus untuk Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi yang sempat menerapkan sistem contraflow, ditargetkan dapat beroperasi normal sepenuhnya pada 16 Desember 2025. Ruas tol lain seperti Medan–Binjai dan Medan–Pangkalan Brandan juga dipastikan dalam kondisi optimal.

Di balik kesiapan siaga ini, pekerjaan pemulihan pascabencana terus berjalan secara intensif. Tim di lapangan terus bekerja menangani ratusan titik kerusakan, termasuk longsoran tebing, jalan yang putus atau amblas, dan oprit jembatan. Progres pekerjaan yang mencapai 190 titik longsoran yang telah ditangani dari total 194 titik menunjukkan kinerja tim yang solid.

Penanganan dilakukan dengan metode yang komprehensif. Mulai dari pembersihan material, pemasangan jembatan darurat Bailey, perbaikan struktur jalan dengan material pilihan, hingga pembangunan struktur penahan seperti bronjong dan Dinding Penahan Tanah (DPT). Semua upaya ini dijadwalkan untuk diselesaikan secepat mungkin, dengan beberapa titik target selesai pada 16 Desember 2025.

Untuk mengatasi kendala di koridor yang masih dalam perbaikan intensif seperti Tarutung–Sibolga, pemerintah memastikan ketersediaan jalur alternatif. Beberapa rute alternatif menuju Sibolga, seperti melalui Sidikalang–Subulussalam–Barus atau Doloksanggul–Pakkat–Barus, telah disiapkan dan dipulihkan kondisinya untuk dilalui kendaraan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Pangihutan Siahaan, menegaskan bahwa dengan semua kesiapan ini, tidak akan ada wilayah yang terisolir selama Nataru. Komitmen Kementerian PU adalah memastikan pemulihan infrastruktur berjalan cepat sekaligus menjaga konektivitas seluruh wilayah Sumatera Utara tetap andal untuk menyambut hari raya.

(Jeni Anggraeni)

    Bagikan:
komentar