Bandung - Kesejahteraan ratusan satwa di Bandung Zoo akhirnya mendapat kepastian perlindungan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat berkomitmen memberikan bantuan pakan untuk memastikan kelangsungan hidup satwa-satwa tersebut. Komitmen ini diberikan setelah sejumlah karyawan kebun binatang melakukan demonstrasi menyuarakan kekhawatiran mereka atas nasib satwa akibat penutupan operasional yang sudah berlangsung empat bulan.
Humas BBKSDA Jabar, Ery Mildranaya, menyatakan bahwa pihaknya akan menanggung kebutuhan pakan satwa, yang secara administratif akan dimulai pada hari Jumat. Keputusan ini diambil dengan konsentrasi utama pada keselamatan dan kesehatan satwa. "Belum ada rentang waktu, kami konsentrasi satwanya," ujar Ery ketika ditanya mengenai durasi bantuan, menegaskan bahwa prioritas utama adalah kondisi satwa.
Keputusan BBKSDA turun tangan merupakan respons atas keadaan darurat yang dihadapi oleh pengelola dan satwa Bandung Zoo. Humas Bandung Zoo, Sulbar Syafi'i atau Sulhan, sebelumnya telah memastikan bahwa para karyawan tetap siaga setiap hari untuk membeli pakan secara mandiri. Upaya ini dilakukan demi menjaga agar tidak ada satwa yang kelaparan atau sampai mati di dalam kandang.
Baca Juga: Strategi Kamboja Pertahankan Kunjungan Wisatawan Ke Angkor Wat Di Tengah Konflik
Sulhan mengungkapkan bahwa secara umum, seluruh 711 satwa yang berada dalam perawatan Bandung Zoo saat ini tetap dalam kondisi sehat. Pernyataan ini sedikit meredakan kekhawatiran publik mengenai kemungkinan terjadinya penelantaran hewan di tengah situasi sengketa yang melanda pengelolaan kebun binatang tersebut.
Biaya operasional untuk sekadar memberi makan ratusan satwa ini sangat besar. Sulhan menjelaskan bahwa setiap bulannya, dana sebesar Rp415 juta diperlukan hanya untuk keperluan pakan. Angka ini belum termasuk biaya lain seperti obat-obatan, gaji karyawan, dan operasional fasilitas lainnya yang juga harus terus berjalan meski kebun binatang tutup.
Oleh karena itu, janji bantuan dari BBKSDA Jabar disambut positif oleh pihak Bandung Zoo. Sulhan menegaskan bahwa hubungan antara pengelola kebun binatang dan BBKSDA adalah kemitraan. "Bandung Zoo dan BBKSDA satu tim. Kami menjalankan dan BBKSDA yang mengawasi. Maka akan ada bantuan untuk menanggulangi pakan dan dibayarkan oleh negara," ujarnya.
Sementara bantuan pakan telah dipastikan, jalan menuju pembukaan kembali Bandung Zoo masih memerlukan proses. Ery dari BBKSDA Jabar mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan mengenai masukan dari karyawan dan pemerhati, termasuk tuntutan pembukaan. Beberapa hal masih berada di luar kewenangan BBKSDA dan memerlukan keputusan dari otoritas yang lebih tinggi.
Dengan adanya kepastian bantuan pakan ini, setidaknya ancaman kelaparan terhadap ratusan satwa dapat dihindari. Langkah ini menjadi penanganan darurat yang krusial sambil menunggu penyelesaian sengketa yang lebih kompleks, memastikan bahwa satwa sebagai pihak yang paling tidak berdaya dalam konflik ini tetap terlindungi